Lanjut ke konten

Pelayanan Farmasi: Ngapain sih Apoteker di Rumah Sakit?

12/07/2011

Gak kerasa, kuliah profesi apoteker yang saya jalani sudah hampir selesai. Pada semester 2 kemarin, saya dan kawan-kawan lainnya di program peminatan PPM (Produksi dan Pemastian Mutu) mendapatkan mata kuliah Pelayanan Farmasi. Hmm, agak sedikit awkward karena saya yang berbasis Teknologi harus mengenal lebih dalam mengenai Pelayanan. Namun, sebagai seorang apoteker tentunya harus bisa menjalani keduanya baik Teknologi maupun Pelayanan 😉

Dalam mata kuliah 3 SKS ini, pelayanan farmasi yang diajarkan lebih dititikberatkan pada pelayanan farmasi di rumah sakit. Saya menjadi banyak tahu mengenai serba-serbi rumah sakit.

Hayoo..siapa yang belum tau tentang rumah sakit? Yapp! Singkatnya, rumah sakit adalah tempat dimana orang sakit dirawat. Menurut UU RI no.4 tahun 2009 tentang rumah sakit, rumah sakit adalah institusi pelayanan kesehatan perorangan secara paripurna yang menyediakan pelayanan rawat inap, rawat jalan dan gawat darurat.  Dari definisi tersebut, yang dimaksud dengan pelayanan kesehatan secara paripurna adalah pelayanan kesehatan yang meliputi:

  • promotif (peningkatan kesehatan)
  • preventif (upaya pencegahan penyakit)
  • kuratif (penyembuhan penyakit)
  • rehabilitatif (pemulihan kesehatan)

Untuk memenuhi semua aspek pelayanan kesehatan secara paripurna tersebut, diperlukan juga pelayanan farmasi yang memadai sebagai salah satu pelayanan kesehatan.  Pelayanan farmasi di rumah sakit dijalankan oleh suatu unit di rumah sakit yang disebut dengan Instalasi Farmasi Rumah Sakit (IFRS), di unit ini lah seorang apoteker dapat melaksanakan kegiatan keprofesiannya. IFRS mempunyai fungsi non klinis (produk) berupa penyiapan produk obat, dan fungsi klinis yang memerlukan koordinasi antar profesi kesehatan lain dalam hal pemberian pelayanan kesehatan.  Dalam pelaksanaan fungsi klinis tersebut, apoteker sebagai bagian dari IFRS akan berkoordinasi dengan profesi kesehatan lain, seperti dokter, perawat, dll.

Selain IFRS, apoteker juga dapat berperan penting dalam PFT (Panitia Farmasi dan Terapi) yang merupakan suatu kelompok penasehat dari staf medik dan bertindak sebagai garis komunikasi organisasi antara staf medik dan IFRS yang mempunyai tugas utama berupa perumus kebijakan prosedur berkaitan dengan obat dan terapi, serta sebagai pemberi rekomendasi dan merancang program edukasi bagi profesi kesehatan yang terlibat dalam pelayanan pasien.

Salah satu kebijakan yang dibuat oleh PFT adalah pemilihan jenis obat yang digunakan untuk pengobatan pasien, yang disusun dalam suatu dokumen yang disebut dengan formularium. Dalam proses penyusunan formularium, seluruh staf medik dapat memberikan rekomendasi mengenai obat yang akan dimasukkan dalam formularium. Tugas PFT tidak hanya berhenti sampai disitu, PFT juga mempunyai kewajiban untuk terus mengevaluasi dan merevisi formularium yang ada sesuai dengan kebutuhan pengobatan pasien serta perkembangan obat yang tersedia di pasaran.

Sebenarnya masih banyak lagi yang saya dapatkan dari mata kuliah ini, seperti sistem distribusi obat di rumah sakit, pelaksanaan pelayanan farmasi dengan konsep patient safety, pharmacovigillance, EPO (Evaluasi Penggunaan Obat), dll. Yang kesemuanya tidak lepas dari peran apoteker. Namun, tidak lupa, bahwa dalam pelaksanaannya apoteker juga harus berkoordinasi dengan profesi kesehatan lain.

Saya suka dengan mata kuliah ini, karena dari mata kuliah ini wawasan saya akan peran apoteker di rumah sakit semakin bertambah. Saya juga semakin mengerti akan pentingnya koordinasi seorang apoteker dengan profesi kesehatan lain dalam hal mewujudkan pelayanan farmasi yang memadai bagi pasien rumah sakit.

Setelah mata kuliah ini, saya jadi semakin tertarik untuk mendalami profesi apoteker di rumah sakit. Bagaimana dengan kamu?

Penasaran? Just give it a try 😉

9 Komentar leave one →
  1. Aira permalink
    19/07/2013 12:14 am

    Teteh, maaf sekedar memastikan. Bukannya uu buat rumah sakit itu uu no.44 th 2009 ya? permenkesnya no. 1197 ttg standar pelayanan farmasi di rs.. Hehe.. Sekedar crosscheck.. Bisi emang ada uu no.4 th 2009 ttg rs.. Makasi

  2. justin permalink
    26/01/2014 2:07 pm

    AMAZINK

  3. 07/12/2018 6:39 am

    Eѵerything is very open with a precise description of the
    issueѕ. It was truly informative. Yoսr ԝebsite iѕ very helpful.
    Many thanks for sharing!

  4. 25/03/2019 8:21 am

    For most recent informatiօn you have to pay a visit ѡorld wide web and
    on tһe web I found this website аѕ ɑ most excellent web рage
    for newest updates.

  5. 25/04/2019 9:06 am

    What ɑ infօrmation of un-ambiguity ɑnd preserveness of valuable
    қnow-how concеrning unexpected emotions.

  6. 10/07/2019 11:13 am

    Tһis info іѕ worth еveryone’s attention. Ԝhen can I find out
    more?

  7. 28/08/2019 1:47 pm

    It’s harԀ tο come by educated people ɑbout this topic, but yοu sound ⅼike you know what you’гe talking
    ɑbout! Thаnks

  8. 14/11/2019 7:59 am

    I was recommended this blog via my cousin. I am no ⅼonger
    positive wһether ⲟr not this publish
    is written tһrough him аs no one elsе knoԝ sᥙch exact abօut my
    prоblem. You’re incredible! Thanks!

Trackbacks

  1. Reza Diah Prataningtiyas's Blog » Blog Archive » Pelayanan Farmasi: Ngapain sih Apoteker di Rumah Sakit?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: